Ruang rekognisi praktik mutu berbasis standar dan diskusi profesional
LARS DHP menempatkan rumah sakit sebagai sahabat hati dalam perjalanan peningkatan mutu. Survei akreditasi bukan sekadar proses penilaian, tetapi ruang pembelajaran bersama yang mendorong continuous quality improvement (CQI). Setiap surveior memegang prinsip 3H.
Penguasaan ilmu dan standar
Keterampilan telusur dan validasi bukti
Ketulusan, empati, dan kemitraan sejajar dengan civitas hospitalia
Menghargai praktik peningkatan mutu yang dilakukan oleh rumah sakit dan memberi dampak nyata bagi pasien.
Mendorong pertukaran pengalaman antar rumah sakit sehingga praktik baik dapat direplikasi.
Memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasien sebagai bagian dari sistem rumah sakit.
Lomba Biasa: Menilai ide inovasi, menilai presentasi, fokus pada kompetisi.
Recognition LARS DHP: Menilai praktik yang berdampak, berbasis sistem mutu, mendorong pembelajaran bersama.
Seluruh proses Recognition dilaksanakan dengan menjunjung tinggi Objektivitas, Transparansi, dan Integritas penilaian.
Tujuan: Memberi ruang bagi inovator junior dan RS yang ingin berbagi praktik tanpa tekanan kompetisi.
Submit abstrak praktik
Kurasi kelayakan & relevansi
Dipresentasikan via poster/video di TeNARS
Sertifikat partisipasi
Tujuan: Menjaring praktik unggul dan berdampak sebagai rujukan nasional.
Submit abstrak terstruktur
Kurasi ketat Tim Kurator Independen
Presentasi daring pre-TeNARS
Rekognisi best practice rujukan
Recognition LARS-DHP diselenggarakan dalam lima kategori utama:
Fokus Kategori:
Praktik perbaikan mutu klinis yang menunjukkan siklus continuous quality improvement (CQI) secara nyata dan berdampak pada keselamatan pasien. Praktik dinilai bukan hanya dari hasil akhir, tetapi dari cara masalah dianalisis, intervensi dirancang, dan sistem dipastikan berkelanjutan.
Fokus Kategori:
Praktik yang menunjukkan bagaimana tata kelola dan strategi pembiayaan mendukung keberlanjutan mutu tanpa mengorbankan keselamatan pasien.
Fokus Kategori:
Praktik yang menunjukkan peran kepemimpinan dalam membangun budaya mutu berkelanjutan dan no blaming culture sebagai fondasi sistem keselamatan pasien.
Fokus Kategori:
Praktik yang memanfaatkan sistem digital dan analitik data untuk memperkuat pengelolaan mutu, kesiapan re-akreditasi, dan transparansi.
Fokus Kategori:
Praktik inovasi dalam desain sistem dan layanan yang memperkuat pengalaman pasien serta meningkatkan kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Memenuhi standar kelayakan sharing (kurasi administratif dan relevansi topik praktik terhadap standar akreditasi).
Menggunakan bobot penilaian yang terdiri dari:
"Setiap praktik yang diajukan diharapkan tetap berada dalam koridor etika pelayanan kesehatan dan menghormati hak pasien, tenaga kesehatan, serta masyarakat."
Tidak. Program ini adalah rekognisi praktik pelayanan berbasis standar. Penekanan bukan pada ide inovasi yang "wah", melainkan pada praktik peningkatan mutu yang berdampak nyata, berkelanjutan, dan berbasis sistem di rumah sakit.
Professional Track adalah jalur selektif dengan kurasi ketat dan diskusi panel profesional. Open Sharing Track adalah ruang berbagi praktik yang telah melalui kurasi kelayakan dasar, namun tidak melalui penilaian kompetitif.
Ya. Program ini terbuka untuk semua rumah sakit (Pemerintah maupun Swasta) di Indonesia, institusi dapat memilih jalur sesuai tingkat kesiapannya.
Silakan Lengkapi Seluruh 29 Poin Data di Bawah Ini.